Rabu, 06 November 2013




Cinta hanyalah keindahan
Maka, berhenti katakan dirinya buta
Cinta hanyalah rasa yang sempurna
Maka, berhenti membutanya merasa sakit
Cinta hanyalah segala galanya
Maka, berhenti  membuat seribu alasan menyalahkannya…
Cinta hanyalah…. Sangat berarti!
Karya: Fatimah R
Cinta dimatamu
Entahlah…
Berapa kali harus kuyakini dirimu
Bahwa rindu yang mengalir dalam darahku
Adalah rindumu
Mungkinkah…
Kau dengar
Cerita yang tergelar lewat bisunya malam
Itu cerita cinta
Tentang kau dan aku
Kau tahu..?
Purnama ini begitu ndah
Walau tak seindah senyummu
Yang terakhir kali masih kuingat
Kasih… aku liha senyummu
Diantara bintang dan bulan purnama
Aku dengar suaramu…
Lewat hembusan angin dan gesekan daun
Tapi.. rinduku belum juga terobati
Kasih… apakah hari ini kau simpan rindu?
Seperti rindu yang menggunung hatiku?
Ah…,
Bial saja mungkin
Ingin kulihat cinta dimatamu
Sekali lagi
Karya: Sofwan M
(Malang, 18 april 2012)

Dengarkanlah
Suara dengan canda penuh misteri
Melintas sejenak dangan isakan penuh makna
Suara yang sangat keras!
Hingga kudapati
Mereka begitu tuli
Tuli!
Karya: Fatimah R

(malang, 22 April 2012)
Sakit
Menjalani detik yang sedang bertugas
Bersemayam pada debu yang berkelebatan
Tersapu angin yang membawa jiwaku pergi
Bernyanyi pada kabut yang telah sirna….
            Jangan memikirkannya
            Ini hanyalah mawar yang telah layu
            Bersama dengan senyuman yang redup
            Saat kau bawa bukan sekedar kilatan belati.. sangat indah
            Yang sekejap kurasakan
            Sakit…
            Sangat sakit
Karya: Fatimah R

(Malang 3 April 2012)
Aku melawanku
Api itu membakar raga
Merenggut cahaya yang temaram
Menyeruak diantara jutaan bening cair
Menikam batu batu putih berlumur darah
            Menyingkirlah!
            Aku masih punya setitik cahaya
            Yang lebih gesit menghantam
Jangan menjerit melawanNya
Oh api yang malang…
Menunduklah!
Karya: Fatimah R

(Malang, 20 April 2012)
Pergilah
Debu yang mengiringimeninggalkan jejak diterpa angin
Bercengkerama pada bayangan yang setia
Meninggalkan ragaku yang nyaris rapuh
            Untuk apa kadomu lalu?
            Hanya permainan mimpikah?
            Jiwaku rasakan getir, engkau?
Lebih baik jangan ada rasa
Air mataku hanya sia sia
Pergilah..
Karya: Fatimah R

(Malang, 22 April 2012)
Serpihan
Hanya dia tertahan
Oleh bibir yang bergetar hebat
Pada tombak yang menembus jantung
Benarka… hanya menjadi serpihan tulang rusuk?
Yang terjatuh dan melekat pada tubuhku..
Karya: Fatimah R

(Malang, 22 April 2012)
Melupakan
Kurasa inilah kebenaran yang tersirat
Bial mataku tak lagi tercekat
Pada kunang kunang yang masih bercahaya
Seakan bayangan sejati telah terlelap.
Untuk apa kutahu?
Tak ada gunanya senyuman itu
Hanya menambah rindu
Tanpa obat
Karya: Fatimah R